Sabtu, 26 Mei 2012

Novel : Dadaisme


Sinopsis Novel “ Dadaisme”

Malaikat anak laki-laki kecil berwarna hitam seperti malam, sayapnya hanya satu berwarna hitam dan matanya yang ungu. Dia Michail, dia muncul saat orang merasa kesedihan yang mendalam, entah orang itu sadar atau tidak. Nedena, gadis cilik cantik yang hobi menggambar dengan mewarnai gambarannya dengan apapun warna yang ia sukai, Nedena suka warna ungu, laut pun dia warnai dengan warna ungu, langit dia beri warna merah, hijau, kuning tapi selain biru karena dia benci warna itu. Biru membuat ibunya meninggal, Yusna. Nedena yang sedang bermain dengan api berwarna biru tiba-tiba biru itu berubah menjadi warna orange yang berkobar membakar seisi rumah termasuk ibunya yang sedang tertidur di kamar, sedangkan dia keluar rumah karena takut dimarahi oleh ibunya. Itu yang membuat dia sukar berbicara dan hanya menuangkan kesedihanya di atas kertas putih, saat itu pula Nedena bertemu dan menjadi teman Michail.
Yossy, gadis cilik kelas 4 SD yang juga hobi menggambar dan dia suka warna biru. Dia berjanji pada Ibu Dewi, gurunya yang ramah dan cantik itu akan menggambarkannya sesuatu yang sangat indah sebelum Ibu Dewi pindah. Sesuatu yang indah itu adalah surga, karena Bu Yeti guru agamanya pernah bilang kalau surga itu adalah tempat yang paling indah, jadi Yossy berpikir kalau itu adalah gambar yang tepat untuk Bu Dewi. Namun sayang, sepulang dari Yossy memberi janji itu untuk Bu Dewi dan sebelum dia menepati janjinya, Yossy pergi ke surga dulu karena kecelakan. Kini Yossy menjadi peri cantik dengan memakai gaun putih dan dua sayapnya, Yossy bertemu dengan Michail.
Yusna, ibu Nedena kabur saat dia akan dinikahkan dengan seorang lelaki anak bernama Rendi anak dari seorang terkaya bernama Sutan Bahari, orang yang tidak pernah dikenal dan dicintainya. Untuk menutupi aib bagi keluarga Datuk Malinda itu Isabella adik Yusna mengorbankan dirinya untuk menanggung semuanya, Isabella menggantikan kakaknya walaupun dia merasa telah mengkhianati cinta Asril, kekasihnya. Beberapa tahun kemudian, semuanya terkuak dan berubah, Yusna diusir, dia menjelaskan dia kabur karena dia sedang hamil dengan kekasihnya yang tak tau kemana, Yusna menganggap itu juga sebuah aib yang besar, dia tidak mau membuat keluarganya malu dan lahirlah Nedena. Asril pun sudah memiliki dua istri, yang istri tua bernama Aleda seorang psikolog dia diagnosis mandul dan mudanya Tresna memiliki dua orang anak yaitu Yossy dan Labai, Labai anak laki-laki dengan keterbelakangan mental suka berludah sampai berceceran. Kedua anak Tresna bukanlah anak dari Asril, Tresna sudah menyembunyikannya dari Asril dan Aleda, tapi setiap bangkai busuk yang disembunyikan pasti tercium juga. Asril pun menjalin hubungan dengan Isabella, karena menurutnya dahulu cintanya terhambat dan kini ia menyambungnya.
Nedena, pasien dari Aleda ingin menyembuhkannya dan ingin mengadopsi Nedena, Aleda selalu bertanya pada Nedena dengan gambar Nedena yang Nedena sebut malaikat dengan satu saya berwana hitam itu, Aleda ingin bertemu dengan malaikat kecil itu. Aleda mengirim e-mail kepada Magnos karena masalah tentang pasien Aleda sama dengan pasien Magnos yang bernama Flo, anak laki-laki berusia 14 tahun yang membunuh seluruh keluarganya; mama, papa, kakak perempuan dan adiknya. Flo memang terbelakang, tapi Flo tidak pernah tahu kalau seluruh keluarganya telah tiada dan dia tak pernah menyadari kalau dia telah membunuh semuanya, dia mengira semuanya hanya main-main saja. Flo juga sering menggambar malaikat kecil dengan satu sayap itu. Ya.. masalah itu membuat Aleda semakin penasaran dengan Michail.
Michail berteman dengan Jing karena Jing dapat melihat dia, seorang laki-laki yang katanya seorang biksu dan menurutnya hidup itu adalah pilihan. Jing pernah mengatakan kepada Michail, berarti dia kan mati kalau dia melihat Michail, Michail hanya menjawab itu semua ada di tangan Tuhan dan takdir. Pertemuan Jing dengan seorang wartawan bernama Ken, berujung pada cinta sesama jenis. Membuat Ken gelap mata membunuh Jing. Entah mengapa, begitu sulit dimengerti Jing datang saat Ken meliput seorang anak yang gantung diri bernama Rianto, Jing berada disitu dan Jing pernah bilang ingin bertemu dengan Aleda ingin membunuh Aleda, karena Aleda adalah ibu kandungnya. Saat setelah dia membunuh Jing, Ken melihat anak laki-laki hitam keabu-abuan dengan satu sayap, Ken menyayat pergelangan tangan tepat di nadinya, Ken ingin normal kembali dan dia ingin menikahi tunangannya makanya dia berbuat seperti itu. “Pada dasarnya aku tidak mengerti mengapa manusia saling membunuh, apapun itu alasannya,” ujar Michail yang kepak sayapnya terdengar begitu pilu.
Aleda yang ingin mengadopsi Nedena, menceritakan kepada suaminya, Asril. Aleda menunjukkan foto Nedena, Asril langsung menyetujuinya karena Nedena gadis kecil itu mirip dengan Isabella, perempuan yang dicintainya dan memintanya melupakannya dengan alasan kini memiliki kehidupan sendiri-sendiri juga karena Asril meminta Isabella melahirkan anak untuknya.
Aleda pun langsung segera menuju ke kantor prakteknya, tetapi dalam perjalanannya dia melihat satu sosok kecil dengan jubah seperti malaikat dengan sayap hitam yang hanya satu, dia tak percaya dapat melihat itu, lalu sosok itu lenyap. Mendadak Aleda teringat Nedena, ada perasaan yang tidak enak. Sampainya..  Aleda menjerit seperti pilu menyaksikan pemandangan tragis di depannya, Nedena telah mengantungkan leher kecilnya pada seutas tali dan menendang penyangga hingga jatuh ke lantai.

Analisis Novel Dadaisme :
A.           Penokohan atau Tokoh dalam Novel Dadaisme

Dalam novel “ Dadaismekarya Dewi Sartika, terdapat beberapa tokoh yaitu, Michail, Nedena, Yossy, Yusna, Isabella, Aleda, Asril, Tresna, Labai, Flo, Magnos, Bu Dewi, Ken, Jing, Nidar, Rendi, Sutan Bahari, Datuk Malinda, Bibi Nedena, Mamak Bagindo Utih, Etek Is, Bim, Jo.
Dari sekian banyak tokoh yang terdapat di dalam novel “Dadaisme” tokoh Nedena dan Michail, penulis mengkatagorikan sebagai tokoh utama dalam cerita tersebut. analisis itu berdasarkan pada ketiga tokoh tersebut merupakan penggerak cerita.

Berikut ini paparan para tokoh sebagai pelaku di dalam cerita :
a. Tokoh utama dan protagonis
Tokoh Nedena, dalam cerita digambarkan sebagai gadis cilik yang polos yang hobi menggambar. Dalam novel “DADAISME” yang menjadi tokoh utama selain itu juga menjadi tokoh protagonis.

Kutipan gambaran tokoh Nedena tersebut dibawah ini :
Nedena tampak lega. Wajahnya seperti hendak tersenyum lalu kembali memandangi gambar langit yang dibuatnya. “Michail. Dapatkah kau sampaikan kepada Tuhan, mengapa Dia mewarnai langit dengan warna biru?”

Tokoh utama yang lain
Tokoh ini adalah Michail walau secara tindakan, tokoh ini sering terlihat pasif. Namun tanpa Michail, Dadaisme akan kehilangan roh kemistikannya. Michail adalah malaikat kecil bersayap satu dan seluruh tubuhnya berwarna hitam.

 b. Tokoh Tambahan
Yossy, gadis cilik yang juga hobi menggambar, memiliki watak baik, lincah, yang sayang dengan mama, papa, adik dan gurunya, dan bertemu dengan Michail karena Yossy mengalami kecelakaan.

Bukti kutipan menggambarkan tokoh Yossy :
Yossy yang paling akhir mencium tangan guru tersayangnya tersebut. “Ibu, besok gambarnya pasti sudah jadi.” Ujar Yossy ceria. “Ya, terima kasih, Sayang. Pulangnya hati-hati ya, banyak kendaraan,” pesan Bu Dewi sambil membelai rambut Yossy yang bergerak lincah. Yossy mengangguk dan dengan gagah menyandang tas ranselnya dan bergegas keluar pintu.

 c. Tokoh Protagonis
Adalah Bu Dewi, guru yang ramah dan cantik.

Bukti kutipan gambaran tokoh Bu Dewi tersebut yaitu dibawah ini :
Dia melihat gambar Yossy, tersenyum dan membelai kepala Yossy dengan lembut, “Gambarnya bagus, Yos. Warnanya juga cerah. Yossy suka warna biru?”

B.     Teknik Pelukisan Tokoh dalam Novel Dadaisme

Dalam novel “Dadaisme” karya Dewi Sartika ada beberapa teknik pelukisan tokoh yang digunakan, yaitu sebgai berikut:

a.      Teknik Ekspositori
Bukti kutipan :
Dan ujung mata saya mengikuti langkah laki-laki itu. Saya memandanginya dan memperhatikan lekuk tubuhnya yang kekar. Wajahnya panjang dengan alis mata seperti ulat bulu. Tentu dia menarik tanpa kaos hitam. Saya ingin melihat otot dadanya dan perutnya. Apakah liat? Bagaimanakah bila saya memeluk pinggangnya dan bersender pada dadanya yang bidang. Nafas kami berdua pasti saling berburu, seperti kijang dan harimau yang saling berkejar-kejaran. Saya ingat laki-laki yang saya suka. Tubuhnya tidak sekekar itu, tapi senyumnya bagus.

b.     Teknik Dramatik
Bukti Kutipan :
Aku mengambil pisau berlumur darah itu, lalu menyayatkannya pada pergelangan tangan kiriku, tepat di nadi. Seperti ada rasa panas yang menjalar keluar dari bekas luka. Aku melihat darah yang warnanya tidak bisa kulihat karena keremnagan gelap, memancar keluar seperti air mancur.

Berbagai teknik diantaranya yaitu :
1.   Teknik Cakapan
Bukti Kutipan :
“Siapa nama mama Nedena?” tanya saya padanya lagi.
Nedena tampak berpikir. Dia mungkin sudah berusaha lupa sipakah kedua orang tuanya.
“Yusna,” jawab Nedena pendek.
“Kalau papa Nedena, siapa namanya?”
Nedena menggeleng pelan.
“Lho, Nedena tidak tahu nama papa Nedena?”
“Nedena tidak punya papa.”
“Heh? Tidak punya papa?”
“Kata Mama, Nedena tidak punya papa.”
Sepotong dialog diatas kiranya sudah dapat menggambarkan sifat kedirian tokoh pelakunya kepada pembaca dan dapat menafsirkannya. Dapat menfsirkan bahwa Aleda (psikiater Nedena, istri tua Asril yang ingin mengadopsi Nedena) diatas memiliki sifat yang bijaksana, baik dalam bercakap-cakap bersama Nedena, gadis cilik yang memiliki traumatic.

2.   Teknik Pikiran dan Perasaan
Bukti kutipan :
1. Isabella menggeleng dengan cepat, “Tidak! Itu mustahil. Bella siap menggantikan Uni Yusna, “Isabella dapat merasakn hatinya telah berdarah-darah. Isabella menyadari dia menikamkan pisau nasib ke jantung hidupnya.
2. “Tidak ada yang pernah bahagia dengan semua ini,” Aleda segera menutup laptop miliknya dan segera bersandar pada kursi kerjanya. “Dan kenapa, kita tidak pernah bisa lari dari kenyataan yang sebenarnya. Tidak memandang bahwa kenyataan yang dihadapi lebih berat dari apapun!”
3. Aku kemari untuk mencarinya dan aku melihatnya. Anak kecil bersayap satu yang sayapnya selegam arang, dari ketersunyiannya yang aku temukan tersembunyi dalam lubuk hatiku yang terdalam.

3.   Teknik Arus Kesadaran
Bukti kutipan :
Kami memulainya dengan membangunkan tingkat kesadaran yang diresistendi dengan menggunakan hipnoptis yang saya harapkan mampu membangun kesadarannya hilang.ini seperti mencari sekeping jarum dalam jerami yang bertumpuk. Jarum itu telah hilang di antara tumpukkan jerami dan mungkin jarum itu telah berada di dasar jerami. Nedena mengalami semacam alusi dan penghubung dirinya dengan masa lalunya tampaknya adalah malaikat bersayap satu yang selalu digambarnya dan sosok yang dia panggil dengan sebutan ‘Michail’.

4.   Teknik Reaksi Tokoh
Bukti kutipan :
“Michail! Michail, dimana?’ teriak hatinya pilu. Tangannya menggapai-gapai ke muka, mencari dekapan yang nyata, tapi angin kosong yang tersentuh meninggalkan kehampaan yang biasa. Rasanya semua jadi kosong.

5.   Teknik Reaksi Tokoh Lain
Bukti kutipan :
Dan Aleda menjerit seperti pilu yang tercurah dalam resah.
Sepotong kalimat diatas menunjukkan reaksi tokoh lain yaitu Aleda, dia menjerit.

6.   Teknik Pelukisan Latar
Bukti kutipan :
Rumah ini besar. Aku selalu memikirkannya untuk melakukan perbaikan pada beberapaa tempat. Aku mulai bosa pada suasana rumah. Kamar depan, kamar tengah, dapur dan ruang perpustakaan. Begitu banyak yang harus aku ubah. Dekorasi rumah sekarang amat membosankan.

                                                    Novel Dadaisme : 
Jujur, baca novel ini saya merasa kesulitan untuk memahami isi dari novel. Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa. Penuh pertanyaan dalam benak saya. Namun, setelah beberapa kali saya membaca, tetap saja saya tidak paham. Hehe. Tapi yang pasti terimakasih sudah membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar